KOTA METRO – Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso mendatangi rumah duka Dedi Kristian Agung (49), korban penembakan yang terjadi di Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Minggu (24/5/2026). Kunjungan itu dilakukan sebagai bentuk belasungkawa sekaligus dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Bambang hadir didampingi Ketua TP PKK Kota Metro. Di hadapan keluarga korban, ia menyampaikan duka cita atas meninggalnya Dedi yang menjadi korban penembakan pada Sabtu (23/5/2026) malam.

"Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Metro menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa almarhum Bapak Dedi Kristian Agung. Kami hadir untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga," kata Bambang.

Peristiwa penembakan tersebut diduga dipicu persoalan utang piutang. Meski demikian, Bambang meminta masyarakat tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada kepolisian.

Ia juga mengajak masyarakat tetap tenang sembari menunggu hasil penyelidikan agar kasus tersebut dapat diungkap secara objektif.

Selain itu, Bambang mengingatkan warga agar lebih berhati-hati saat mengajukan pinjaman, terutama kepada lembaga pembiayaan yang legalitasnya belum jelas.

"Kejadian ini menjadi pengingat agar masyarakat lebih bijak dalam urusan pembiayaan maupun pinjaman. Gunakan lembaga keuangan yang memiliki izin resmi dan kedepankan penyelesaian masalah secara baik serta sesuai hukum," ujarnya.

Menurut Bambang, Pemerintah Kota Metro akan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan situasi tetap kondusif setelah kejadian tersebut.

Sementara itu, Lurah Ganjar Asri Ruben Nugroho mengatakan informasi awal dari kepolisian mengarah pada dugaan konflik utang piutang antara korban dan pelaku.

Ruben menjelaskan, saat kejadian korban tengah menjalankan usaha UMKM bersama istri dan anaknya. Pelaku kemudian datang untuk melakukan penagihan hingga terjadi cekcok yang berujung aksi kekerasan.

"Dari informasi sementara, sempat terjadi cekcok hingga berujung aksi kekerasan yang menyebabkan korban mengalami luka tembak," ujar Ruben.

Ia menambahkan, penyidik masih mendalami motif maupun kronologi lengkap peristiwa tersebut.

Ruben juga mengimbau masyarakat lebih selektif dalam memilih lembaga pembiayaan atau koperasi sebelum memutuskan meminjam uang.

"Risikonya bukan hanya soal bunga pinjaman, tetapi juga potensi tekanan maupun persoalan sosial lainnya yang bisa berdampak pada keluarga," tutupnya. (ADV)