Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Responsive Advertisement

Ribuan Pelajar Meriahkan HAN, Wali Kota Metro Soroti Masa Depan Anak


KOTA METRO — Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menegaskan pentingnya perlindungan, pendidikan karakter, dan pemenuhan hak anak sebagai bagian dari upaya membangun generasi masa depan Kota Metro.

Hal tersebut disampaikan Bambang saat menghadiri Karnaval Sehat dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Kota Metro, Minggu (19/7/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” tersebut diikuti sekitar 2.300 peserta didik jenjang SD dan SMP. Karnaval dipusatkan di depan Rumah Dinas Wali Kota Metro dengan melibatkan peserta dari sekolah di bawah naungan Pemerintah Kota Metro maupun Kementerian Agama.


Ribuan peserta tampil meriah menggunakan berbagai kostum, mulai dari pakaian adat, pakaian profesi hingga busana kreatif lainnya. Selain menjadi ruang bagi anak untuk berekspresi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi mengenai pentingnya hidup sehat dan membangun kebersamaan.

Bambang mengapresiasi antusiasme para peserta didik yang ikut menyemarakkan peringatan HAN. Menurutnya, Hari Anak Nasional harus menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian seluruh pihak terhadap tumbuh kembang anak.

“Melalui kegiatan Karnaval Sehat ini, kita tidak hanya mengajak anak-anak menerapkan pola hidup sehat dan aktif, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, kedisiplinan, kreativitas, kecintaan terhadap budaya, serta semangat gotong royong sejak usia dini,” ujar Bambang.

Ia menegaskan bahwa peringatan HAN tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut harus mendorong komitmen bersama dalam memenuhi hak anak, memberikan perlindungan, serta menciptakan lingkungan yang mendukung anak agar tumbuh sehat, cerdas, berkarakter, dan bahagia.


Menurut Bambang, pendidikan karakter perlu dilakukan sejak anak masih berada pada usia dini. Kebiasaan positif, kata dia, harus dibangun secara konsisten melalui lingkungan keluarga dan sekolah.

“Kita sebagai orang tua dan guru harus terus menanamkan, membiasakan, serta memberikan teladan dalam berbagai kebiasaan baik, tanpa melupakan pentingnya mengajarkan konsekuensi atas setiap kesalahan yang dilakukan anak,” katanya.

Bambang berharap kegiatan Karnaval Sehat dapat memberikan manfaat lebih luas bagi peserta didik. Tidak hanya menjadi ajang hiburan dan kebersamaan, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi media pembelajaran untuk membangun pola hidup sehat, memperkuat karakter, mengenalkan budaya, serta menumbuhkan kepedulian sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga menyampaikan keberadaan sekitar 2.000 mahasiswa Universitas Malahayati yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kota Metro. Para mahasiswa yang berasal dari lima fakultas itu akan ditempatkan di 22 kelurahan.

Menurutnya, interaksi mahasiswa dengan masyarakat diharapkan dapat memberikan dampak positif, termasuk menjadi inspirasi bagi anak-anak di Kota Metro untuk memiliki semangat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro Agus Muhammad Septiana mengatakan, Karnaval Sehat merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HAN ke-42 yang diselenggarakan Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung mulai 19 Juli hingga puncak peringatan Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2026.

Agus menjelaskan, HAN menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat terhadap pemenuhan hak anak, mulai dari hak hidup, tumbuh, berkembang hingga berpartisipasi.


Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak, sekaligus mencegah berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi.

“Dalam dunia pendidikan, momentum ini menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai moral, sosial, dan etika kepada peserta didik. Kegiatan ini juga bertujuan mendorong pemerintah dan masyarakat menciptakan lingkungan yang aman, ramah anak, serta bebas dari kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi, sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan pendapat, aspirasi, dan kreativitas mereka,” ujarnya.

Pemkot Metro mengajak orang tua, keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam melindungi hak-hak anak. Upaya tersebut dinilai penting untuk memastikan anak-anak Kota Metro tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, kreatif, berkarakter, dan memiliki masa depan yang baik. (ADV

Posting Komentar

0 Komentar