Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Responsive Advertisement

Bangun Kebijakan Tepat Sasaran, Pemkot Metro Perkuat Kolaborasi dengan BPS dan Polinela

METRO — Pemerintah Kota Metro menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Metro dan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) untuk memperkuat pembangunan daerah berbasis data, riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara ketiga pihak di Aula Pemerintah Kota Metro, Kamis (13/8/2026).

Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso mengatakan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan diperlukan sebagai dasar penyusunan kebijakan, perencanaan, serta evaluasi pembangunan daerah.

Menurut Bambang, BPS memiliki peran dalam menyediakan data statistik yang berkualitas, sedangkan Polinela memiliki potensi dalam pendidikan vokasi, penelitian, teknologi terapan, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia.

“Kerja sama ini jangan berhenti pada penandatanganan dokumen semata, tetapi harus segera diwujudkan dalam program-program konkret yang terukur dan berkelanjutan,” kata Bambang.

Ia meminta perangkat daerah menindaklanjuti kerja sama tersebut melalui program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Salah satunya dengan memperkuat validitas data lapangan dalam pelaksanaan program pemerintah.

Bambang mencontohkan program bantuan bedah rumah. Menurutnya, data calon penerima dan kondisi rumah di lapangan perlu diverifikasi agar kebutuhan material, besaran bantuan, dan biaya tenaga kerja dapat disesuaikan dengan kondisi sebenarnya.

“Saya meminta kepada camat dan lurah untuk berperan aktif dalam pendataan serta verifikasi calon penerima bantuan, khususnya untuk mengatasi kendala administrasi seperti alas hak atau bukti kepemilikan tanah,” ujarnya.

Ia juga meminta perangkat daerah terkait melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program bedah rumah secara objektif. Evaluasi tersebut diperlukan untuk memastikan bantuan menghasilkan rumah yang layak bagi penerima.

“Jangan sampai programnya ada, tetapi pelaksanaannya tidak optimal. Kita harus melihat secara jujur apa kendalanya, termasuk material dan upah tukang, supaya masyarakat benar-benar mendapatkan rumah yang layak,” katanya.

Selain pembangunan berbasis data, Bambang mendorong pelestarian bahasa dan budaya Lampung. Ia mengajak lingkungan pemerintahan, masyarakat, dan dunia pendidikan menggunakan bahasa Lampung setiap Kamis sebagai bagian dari upaya menjaga budaya daerah.

Kepala BPS Kota Metro Arum Purbowati mengatakan kerja sama tersebut dapat memperkuat tata kelola dan pemanfaatan data dalam pembangunan daerah.

“Pembangunan yang tepat memerlukan perencanaan yang tepat, dan perencanaan yang tepat memerlukan data yang tepat dan juga berkualitas,” kata Arum.

Menurutnya, kolaborasi pemerintah daerah, BPS, dan perguruan tinggi dapat meningkatkan pemanfaatan data dalam penyusunan maupun evaluasi kebijakan sehingga program pembangunan lebih tepat sasaran.

Direktur Polinela Dr. Dwi Puji Hartono mengatakan pihaknya siap mendukung pembangunan Kota Metro melalui pendidikan vokasi, penelitian, dan pemanfaatan teknologi terapan.

“Kami berharap sumber daya manusia dan teknologi-teknologi terapan dari Polinela, disinergikan dengan kekuatan Kota Metro di bawah kepemimpinan Pak Wali, dapat menjadi lokomotif di dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Melalui kerja sama tersebut, Pemkot Metro berharap pemanfaatan data, hasil riset, teknologi terapan, dan pengembangan sumber daya manusia dapat semakin terintegrasi dalam pembangunan daerah.

Kerja sama itu juga diarahkan untuk menghasilkan kebijakan yang berbasis bukti, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kota Metro. (ADV)

Posting Komentar

0 Komentar