
KOTA METRO — Pemerintah Kota Metro mulai menerapkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Online untuk mempercepat proses pencairan anggaran sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
Penerapan sistem tersebut disosialisasikan kepada bendahara pengeluaran dan operator SIPD Penatausahaan Keuangan di lingkungan Pemkot Metro, Jumat (7/8/2026). Kegiatan itu turut melibatkan PT Bank Lampung sebagai mitra dalam implementasi SP2D Online.
Sekretaris Daerah Kota Metro, Ahmad Hariyanto, mengatakan digitalisasi pengelolaan keuangan daerah merupakan bagian dari modernisasi birokrasi.
“Pengelolaan keuangan berbasis digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan dalam era modernisasi birokrasi,” kata Ahmad.

Menurutnya, fitur SP2D Online pada Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD-RI) menjadi langkah untuk mempercepat dan menyederhanakan proses transaksi keuangan pemerintah daerah.
“Dengan integrasi sistem SP2D Online ini, kita memangkas birokrasi dan menghadirkan berbagai efisiensi,” ujarnya.
Ahmad menjelaskan, sistem tersebut memungkinkan proses pengajuan hingga penerbitan SP2D dilakukan secara digital. Dengan demikian, alur pencairan dana menjadi lebih sederhana dan dapat dipantau pada setiap tahapannya.
Selain mempercepat transaksi, SP2D Online dinilai dapat meningkatkan transparansi serta mengurangi risiko kesalahan dalam penginputan data secara manual.
“Setiap tahapan pencairan dapat dilacak secara akurat, sehingga kita dapat meminimalisasi risiko kesalahan input data manual maupun potensi human error,” jelasnya.
Penerapan sistem digital tersebut juga mendukung pengurangan penggunaan dokumen berbasis kertas. Integrasi antara perangkat daerah, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Metro, serta Bank Lampung diharapkan dapat menyederhanakan proses administrasi keuangan.
Namun, Ahmad menekankan bahwa keberhasilan penerapan SP2D Online tidak hanya bergantung pada teknologi. Kesiapan aparatur yang mengoperasikan sistem juga menjadi faktor penting.
“Keberhasilan implementasi SP2D Online ini tidak hanya bergantung pada kecanggihan aplikasi atau sistem yang kita gunakan, tetapi sangat ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia yang mengoperasikannya,” tegasnya.
Karena itu, Ahmad meminta peserta sosialisasi mengikuti materi teknis dengan serius serta aktif menyampaikan kendala yang kemungkinan muncul selama proses penerapan sistem.
Ia berharap masa transisi dari mekanisme konvensional menuju sistem digital dapat berjalan secara bertahap tanpa mengganggu pelayanan publik maupun pelaksanaan program pembangunan di Kota Metro.
“Kita samakan persepsi dan komitmen agar masa transisi menuju sistem digital ini dapat berjalan mulus tanpa mengganggu ritme pelayanan publik dan pelaksanaan program pembangunan di Kota Metro,” katanya.
Ahmad juga mengapresiasi dukungan Bank Lampung dan tim teknis dalam pelaksanaan sosialisasi tersebut. Pemkot Metro berharap penerapan SP2D Online dapat memperkuat pengelolaan keuangan daerah yang lebih cepat, efisien, transparan, dan akuntabel. (ADV)

0 Komentar